Final
mastering dari sebuah musik atau lagu memiliki banyak opsi dan alternatif,
mulai dari cara atau bagaimana proses mastering tersebut dilakukan, tool atau
software yang digunakan hingga menginjak kepada selera Sound-Engineer yang
diaplikasikan ke dalam hasil masteringnya. Tersebutlah IK Multi Media T-Rack
Deluxe mastering suite yang merupakan salah satu software yang banyak digunakan
untuk keperluan ini (final mastering). Soft-ware ini termasuk golongan
profesional soft-ware karena terintegrasi dengan perangkat-perangkat canggih
semacam Linier Phase EQ, Opto dan Classic Compressor, serta Soft Clipper yang
diperlukan untuk melakukan proses mastering musik atau lagu secara profesional.
Adapun
tahapan-tahapan final-mastering dengan mempergunakan T-Rack Deluxe adalah
seperti berikut ini :
Pertama, saya pergunakan T-Rack Linier Phase
EQ untuk memotong low-frekwensi sebelum memasuki Compressor, dengan harapan
dapat memperingan kerja kompressor karena hanya berkonsentrasi pada mid dan
high-frekwensi saja. Biasa untuk low-cut filter saya mulai dengan kisaran
frekwensi 35 Hz s/d 41 Hz (sebagai standar umum lagu/musik dari berbagai genre).
Kisaran frekwensi ini cukup aman untuk T-Rack Deluxe, tetapi tidak cukup aman
untuk software EQ yang lain, dan biasanya menyebabkan roll-off yang terlalu
curam.
Konfigurasi
kisaran frekwensi low-cut filter ini tergantung kepada kita mau seberapa
'ngebass'-nya lagu/musik yang dihasilkan. Untuk lagu-lagu yang cukup menghentak
semacam house-musik tentunya kisaran low-cut filternya akan berbeda.
Kedua, kita pergunakan T-Rack Opto
Compressor dengan pengaturan sebagai berikut :
Ratio
Tujuan utama yang ingin dicapai dalam proses final mastering dari sebuah lagu/musik adalah menjaga kejernihan dan dinamika lagu/musik tersebut. Untuk itu, dapat diawali setting konfigurasi compressor dengan ratio rendah, misalnya 3 : 1. Pada ratio yang rendah tersebut, umumnya compressor masih dapat menghasilkan suara yang relatif bersih.
Attack Time
Konfigurasi attack time harus dilakukan dengan sedikit lebih hati-hati karena dapat mempengaruhi kejernihan suara hasil kompresi. Konfigurasi attack time yang terlalu cepat potensial membuat terciptanya sinyal-sinyal baru yang menggangu sinyal dan dinamika lagu aslinya. Namun jika attack time terlalu lambat (misalnya diatas 55ms) akan membuat compressor malah tidak bekerja sama sekali.
Catatan : Konfigurasi attack time paling lambat yang terdapat pada komponen T-Racks Opto Compressor adalah 50ms. Namun hendaknya tidak mengkonfigurasikannya diatas 45ms, karena jika attack time lebih lambat dari itu, maka kerja compressor tidak akan terasa pengaruhnya. Sementara itu, attack time yang cepat memang terkadang perlu dilakukan untuk mengontrol jenis suara-suara distorsi dan overdrive, dengan tujuan membersihkan lagu dari banyaknya sinyal yang mengalami peak. Namun pada dasarnya, seberapa cepat attack yang harus dikonfigurasikan akan sangat bergantung dengan ketelitian pendengaran anda.
Release Time
Untuk release time pada compressor, biasanya dikonfigurasikan antara 83ms - 105ms, Konfigurasi release time yang lebih lambat dari itu akan membuat sinyal-sinyal baru hasil kompresi terdengar semakin jelas dan semakin mengganggu.
Input level
Saat mengkonfigurasikan input level pada T-Racks Opto Compressor (pada T-Racks Classic Compressor disebut juga dengan input drive ), hendaknya selalu memonitor dan memastikan konfigurasi compressor tidak terlalu rendah atau terlalu tinggi, dengan cara memperhatikan level dari VU meter.
Sebagai alternatif, dapat dipergunakan T-Racks Classic Compressor yang memiliki opsi stereo enhancement.
Tujuan utama yang ingin dicapai dalam proses final mastering dari sebuah lagu/musik adalah menjaga kejernihan dan dinamika lagu/musik tersebut. Untuk itu, dapat diawali setting konfigurasi compressor dengan ratio rendah, misalnya 3 : 1. Pada ratio yang rendah tersebut, umumnya compressor masih dapat menghasilkan suara yang relatif bersih.
Attack Time
Konfigurasi attack time harus dilakukan dengan sedikit lebih hati-hati karena dapat mempengaruhi kejernihan suara hasil kompresi. Konfigurasi attack time yang terlalu cepat potensial membuat terciptanya sinyal-sinyal baru yang menggangu sinyal dan dinamika lagu aslinya. Namun jika attack time terlalu lambat (misalnya diatas 55ms) akan membuat compressor malah tidak bekerja sama sekali.
Catatan : Konfigurasi attack time paling lambat yang terdapat pada komponen T-Racks Opto Compressor adalah 50ms. Namun hendaknya tidak mengkonfigurasikannya diatas 45ms, karena jika attack time lebih lambat dari itu, maka kerja compressor tidak akan terasa pengaruhnya. Sementara itu, attack time yang cepat memang terkadang perlu dilakukan untuk mengontrol jenis suara-suara distorsi dan overdrive, dengan tujuan membersihkan lagu dari banyaknya sinyal yang mengalami peak. Namun pada dasarnya, seberapa cepat attack yang harus dikonfigurasikan akan sangat bergantung dengan ketelitian pendengaran anda.
Release Time
Untuk release time pada compressor, biasanya dikonfigurasikan antara 83ms - 105ms, Konfigurasi release time yang lebih lambat dari itu akan membuat sinyal-sinyal baru hasil kompresi terdengar semakin jelas dan semakin mengganggu.
Input level
Saat mengkonfigurasikan input level pada T-Racks Opto Compressor (pada T-Racks Classic Compressor disebut juga dengan input drive ), hendaknya selalu memonitor dan memastikan konfigurasi compressor tidak terlalu rendah atau terlalu tinggi, dengan cara memperhatikan level dari VU meter.
Sebagai alternatif, dapat dipergunakan T-Racks Classic Compressor yang memiliki opsi stereo enhancement.
Ketiga, mempergunakan T-Rack Soft-Clipper
dengan cara yang sangat mudah, yaitu :
Memutar
tombol gain ke kiri secara penuh, kemudian memutar tombol gain ke kanan
secara bertahap untuk menaikkan gain sebesar mungkin, namun dengan tetap
memonitor kejernihan suara yang dihasilkan. Berhentilah memutar tombol tersebut
pada point sebelum gain mulai terasa merusak kejernihan sinyal.Untuk knob slope sebaiknya dibiarkan saja pada posisi -6 db , karena akan menghasilkan effect saturation yang cukup enak didengar.